Dr. Sonia Wibisono lahir di Jakarta, 11 Oktober 1977;
umur 37 tahun adalah dokter kecantikan dan pemain iklan yang sering
menjadi pembawa acara dan narasumber di televisi, antara lain TVone,
QTV, O Channel, TVRI dan Metro TV.
Dr. Sonia Wibisono
Sonia Wibisono memulai pendidikannya di SD Tarakanita I, Jakarta pada
tahun 1983, kemudian melanjutkan ke SMP Tarakanita V, Jakarta pada tahun
1989, lalu melanjutkan ke SMA St. Theresia Jakarta pada tahun 1992.
Pada tahun 1995 ia diterima masuk Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia dan pada tahun 1999 melanjutkan ke spesialisasi pada tahun 8
Agustus 2001.
KARIR
Medical Doctor
Medical Doctor untuk Anti Aging Clinic, Pasaraya, sejak September 2002 - sekarang
Medical Doctor di ‘Klinik Bulungan’, Jakarta, sejak 1/ 2002 - sekarang
Dokter Konsultan untuk ‘Danes Clinic’, Jakarta, Agustus - Desember 2001
Asisten Dermatologist, di ‘Poliklinik Kulit, Puskesmas Kecamatan Tebet’, Jakarta Pusat, Agustus - Desember 2001
Medical Doctor di ‘Dr.Tedjo and associates’ di Hotel Dharmawangsa dan Marriott, Jakarta, Agustus 2001 – Agustus 2002
Presenter Televisi
Pembawa Acara untuk ‘DOKTER ANDA’ yang ditayangkan di TV ONE, setiap Jumat pukul 10:00, sejak September 2008 sampai sekarang
Pembawa Acara untuk ‘CEO MINDSET’ yang ditayangkan di QTV , setiap
Sabtu pukul 07:30, tayang ulang pukul 23:00, sejak September 2008 sampai
sekarang
Pembawa acara untuk ‘O CLINIC’ yang ditayangkan di O CHANNEL, setiap
Sabtu pukul 10.30. Tayang ulang setiap Senin, Selasa, pukul 11.30,
sejak April 2005 sampai sekarang
Host for ‘ASK DR.SONIA WIBISONO’ show at QTV, every Thursdy, 7am, Sunday 10am, Wednesday 8 pm,Since 02/2007 until now
Host for ‘INDONESIA BEBAS NARKOBA’ show at TVRi, Since 06/2007 until now
Host for ‘INFO OBAT DAN MAKANAN’ show at METRO TV, every Sunday, 8 am,Since 9/2004 until 2005
Host for ‘KLINIK TVRI’ show at TVRI, every Thursday, 8 am,Since 7 / 2004 until 2005
Host for ‘YOUR HEALTH’ at Family channel (Kabelvision), every Saturday,8.30am, 7.30pm, 3.30am,Since 9/2004 until now
Host for ‘DOKTER TV show at ANTV, every Monday, Tuesday and Thursday, 8.30 am,Since 5 / 2002 – 8 / 2003
As Dr.Sonia, in ‘Godain’, transTV, every Saturday 12 noon, Since 11/2003 – 4/2004
As consultant doctor, in ‘Selamat pagi’, Trans7, every Monday,Since 02/2007 until now
Metrotvnews.com, Jakarta: Artis dan pelawak Olga Syahputra dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Jumat 27 Maret 2015 sekitar pukul 16.00 WIB. Olga dikabarkan berada di Singapura.
Salah satu sahabatnya, Luna Maya, mengaku sudah mengetahui hal ini. Melalui manajernya, Luna mengungkapkan hal tersebut.
"Iya Luna sudah tahu. Tetapi kami belum menghubungi manajernya Olga. Dan saat ini Luna masih syuting. Kita tidak tahu apa langsung ke Singapura atu tidak," ujar Votter,manajer Luna, saat dihubungi Metrotvnews.com, sore ini.
Setahun belakangan ini Olga memang dikabarkan dirawat di Singapura. Ia disebut-sebut menderita radang selaput otak. Ada juga yang menyebut Olga menderita kanker getah bening.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, rencananya jenazah Olga akan dibawa ke Jakarta hari ini. Namun hingga kini manajer Olga belum dapat dimintai konfirmasi perihal kabar tersebut.
Dikutip dari caerita yang tidak tahu dari mana sumbernya, tetapi ini saya ambil dari postingan seseorang dari google plus, namanya Desy Sajalah
"MOHON DISIAPKAN TISU SEBELUM MEMBACA CERITA INI"
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya. Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?” Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Sebenernya sih ini liburan udah tahun kemarin, tapi berhubung saya lagi suntuk dipost aja.
Tips Liburan Di Pulau Bangka Belitung
Untuk yang pertama kali mau liburan ke belitung, sangat disarankan pake jasa agen travel. Kenapa? Karena eh karena disana tidak ada transportasi umum. Huhuhu.. Nah, buat yang mau mengulang perjalanan wisata boleh tuh sewa kendaraan sendiri biar lebih puas jalan-jalannya.
Cuaca sangat mempengaruhi kualitas liburan kalian di pulang Bangka Belitung ini, usahakan jangan pas musim ujan karena bakalan banyak objek-objek keindahan alam yang tidak bisa dinikmati. Jadi kalo tidak ingin pulang dengan sedikit kecewa lebih baik datang jangan pas musim hujan.
Berhubung disana jarang banget ada minimarket sebaiknya stok rokok, kopi, air mineral, bir, dan kebutuhan lainnya di tas. PENTING!!!
Sudah beberapa bulan ini stok bir di minimarket selalu kosong, sebagian lagi udah gak jual.
Kota Tangerang Selatan, yup.. Gak tau kenapa disini bir gak dijual lagi di minimarket, anggapan masyarakat sekitar minum bir identik dengan kriminal. Padahal kalo gak berlebihan minuman ini gak bikin mabok, tapi gak tau kenapa koq dianggap berbahaya banget gitu. Anehnya tindakan yang benar-benar kriminal masih eksis dan menjamur, dan semuanya berjalan dengan lancar. Mungkin produsen bir sogokannya kurang kenceng. Hahahaha.
Diusianya yang sekitar 6 tahun, memang banyak perubahan pada Kota Tangerang Selatan ini. Pembangunan dimana-mana, seperti perumahan, ruko, mall, apartemen, dll banyak banget pokokmya kecuali jalan, dari dulu jalan masih banyak yang rusak baru ditambal rusak lagi. Huhuhuhuhuuu..
Memang untuk membangun sebuah kota yang baru tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi kalo ada kerja keras pasti kelihatan hasilnya.
Setiap orang pastinya berbeda-beda pendapatnya mengenai mobil yang cocok digunakan daerah Jakarta dan sekitarnya. Tapi disini mau saya bahas untuk kelas menengah ke bawah ya, jadi biar enak nulisnya. Hehehehe :D
Jadi mobil apa yang cocok digunakan di Jakarta dan sekitarnya? Jawabannya menurut versi saya adalah mobil jadul yang, kalo bisa yang bahan body nya besi semua. Kenapa demikian? Karena banyak pengendara motor di sini tidak punya tata krama lalu lintas. Dan sering menabrak, menyenggol, menyerempet, bahkan menikung mobil. Wuih, yang lebih parah lagi biasanya setelah melakukan bukannya minta maaf atau basa-basi apalah malah kabur ngeeeeengggg.
Mungkin bagi pengendara mobil yang punya berlebih yang memiliki mobil lebih dari satu enak, mobil taro bengkel tinggal pake mobil yang lainnya. Pasti para pengendara motor langsung berpendapat "kalo ga punya duit buat bengkel jangan beli mobil om" wahahaha iya juga sih ya..
Toleransi antar pengguna jalan di Indonesia khususnya di Jakarta dan sekitarnya memang sangat minim. Apalagi peraturan yang ada tidak berjalan dengan semestinya. Proses pembuatan SIM (surat ijin mengemudi) terbilang sangat mudah, tanpa perlu tes sudah bisa memilikinya.
Big Is Beauty sangat tepat untuk memotivasi para wanita yang memiliki ukuran tubuh lebih besar atau gemuk. Walaupun gemuk bukan berarti tidak bisa bergaya, banyak model-model pakaian yang sangat cocok untuk wanita gemuk bahkan membuat mereka tampak lebih cantik dan menarik.
Berikut ini contoh beberapa gaya pakaian yang cantik untuk wanita gemuk
Sweety Pinky
www.curvygirlchic.com
One shoulder dress berwarna pink kayak gini cocok juga lho
buat kamu yang bertubuh curvy, asal kamu percaya diri, oke-oke aja kok.
Padukan dengan high heels warna silver biar makin elegan.
Black on Black
www.curvygirlchic.com
Pengen bergaya gotik di hari Valentine? Boleh aja kok! Pilih
pakaian, sepatu, dan aksesoris warna hitam, setelah itu sapukan lipstik
merah menyala biar kamu makin seksi sekaligus misterius.
Tutu Skirt
www.curvygirlchic.com
Nggak pede pakai rok tutu karena bertubuh curvy? Coba lihat deh gayanya Allison Teng di atas? Tetap keren, kan?
Chic Striped
i884.photobucket.com
Tubuh curvy-mu nggak jadi masalah kok kalau mau pakai motif
garis-garis! Paduan garis pink dan biru kayak gini bagus juga, cukup
sederhana dan tetap manis, apalagi dengan high heels warna pink. Cute!
Sea Blue!
i884.photobucket.com
Valentine nggak harus pakai pink kok! Piknik santai sama
pasangan juga oke lho pakai dress biru dengan manik-manik, tas
keranjang, dan sandal.
White on White
i884.photobucket.com
Gini nih caranya pakai white dress yang nggak terlihat
membosankan, dan leather jacket pun jadi kelihatan manis. Biar nggak
monoton dengan warna putih dari kepala sampa kaki, lebih baik pilih tas
dan sepatu warna hitam aja ya.
Pink and Blue
i884.photobucket.com
Pakai warna-warna pastel seru juga buat kencan saat Valentine. Kalau kamu nggak tahan pakai high heels, wedges juga keren kok!
Ngomongin tentang jam tangan pastinya produk branded lebih berasa wawww kalo dipake. Tapi harganya itu lho, Amit-amit jabang bibeehh. Makanya banyak orang biar kelihatan keren pake yang kw alias imitasi.
Tapi kalo pake produk imitasi, kalo ketahuan itu produk abal-abal pasti memalukan dong. Buat yang doyan adventure, ada jam tangan yang harganya bisa dibilang terjangkau lah ya dibandingkan merek lainnya.
EXPEDITION, jangan dikira yang pake merek ini kurir JNE atau Tiki ya hehehe.. Berdasarkan yang saya tahu, merek EXPEDITION ini hampir gak ada yang jual imitasinya, karena harga originalnya sudah terjangkau, antara 1 - 5jt. Modelnya juga sangar, cocok buat yang berjiwa petualang.
Fitur-fitur juga mendukung buat yang suka keliling hutan, naik gunung, nyebrang laut, dll. Tapi memang selera orang beda-beda sih, gak semua suka model jam tangan yang sangar.
Tapi buat saya, ini adalah solusi jam tangan original yang bisa dimiliki. Jadi gak bakalan dicurigain orang "PAKE JAM TANGAN KW" lagi hahahaha..
Lho, koq harganya murah, apakah awet? Nah.. Pertanyaan bagus.. Jawabannya podo ae, baru pake 3 bulan jarumnya udah kendor dor dor.. Huhuhuhu...
Siapa yang tidak mau untuk menjadi sukses diusia muda, pastinya semua orang menginginkan untuk mencapai kesuksesannya sejak usia muda.
Sukses dapat dinilai dari 2 faktor, yaitu dari diri kita sendiri dan dari pandangan orang lain. Jika menurut pandangan orang lain lain itu kita akan disebut sukses jika kita memiliki harta kekayaan yang lebih tinggi dibandingkan orang tersebut. Tapi ini berdasarkan pengalaman dan pandangan saya sendiri, mungkin setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda. Seperti contoh ada orang yang tidak baik memandang orang yang memliki harta kekayaan lebih tinggi darinya karena orang tersebut melakukan tindak kejahatan misalkan pelihahara tuyul, menjual narkoba, dll (ini biasanya terjadi di lingkungan perkampungan atau perumahan yang karakter lingkungannya kampungan).
Lalu bagaimana sukses dari faktor diri sendiri? Yang ini sebenarnya lebih ke karakter masing-masing individu. Semakin cepat merasa puas, semakin cepat orang tersebut sukses.
Memulai Dari Belajar
Jika anda masih kuliah, anda bisa mengambil kuliah jam malam dan siangnya manfaatkan untuk belajar langsung dilapangan bagaimana dunia kerja. Anda bisa melamar ke perusahaan yang sesuai dengan bidang yang anda inginkan. Untuk awal-awal jangan pernah memikirkan gaji yang penting anda belajar bagaimana lingkungan tempat anda bekerja. Contoh saya pernah bekerja di perusahaan IT, waktu itu saya sambil kuliah dimalam harinya. Dari perusahaan tersebut banyak ilmu dan pengalaman yang bisa saya dapatkan, karena memang tujuan utama saya adalah kedepannya saya ingin mandiri tidak terikat dengan perusahaan oleh karena itu saya berusaha sabar dan tetap sambil mencuri ilmu dan menpelajari kelemahan-kelemahan dari perusahaan tersebut. Walaupun gaji bisa dibilang tidak masuk akal (waktu itu sekitar tahun 2008-2009 gaji pertama saya 250k naik menjadi 400k naik lagi 750k naik lg 1250k naik eh turun ding jadi 700k) , saya tetap datang pagi-pagi ke kantor, malah saya sering nyapu kantor karena datangnya paling pagi. Padahal waktu itu buat bayar kamar kost saya 450k per bulan. Ya untunglah ada teman-temab dan saudara jadi bisa makan gratis hehehe.. Selama saya menjadi karyawan disitu ada beberapa poin yang saya pelajari :
1. Pemrograman dan desain walaupun sederhana saja.
2. Cara menghadapi calon pelanggan, pelanggan, dan eks pelanggan.
3. Pemasaran
4. Organisasi
Dari keempat poin tersebut yang menjadi kelemahan adalah keorganisasian dari perusahaan tersebut, menurut saya sangat lemah. Makanya kenapa saya sangat berhati-hati untuk memilih anggota team jika nantinya saya harus bekerja team, menurut saya dalam 1 team, jika ada seorang bahkan mungkin setengah orang yang licik maka tim itu tinggal menunggu bubar saja. Jika ingin benar-benar mendapatkan ilmu dan pengalaman yang kompleks dari perusahaan tersebut minumal 2 tahun anda bergabung dengan perusahaan tersebut. Tapi karena waktu itu saya ada beberapa problem jadi setelah 1 tahun saya langsung resign.
Ok, kembali lagi ke pokok permasalahan. Setalah mendapatkan ilmu dan pengalaman baik teknis maupun non teknis mulailah untuk mencoba mandiri. Lalu kapan sukses diusia mudanya? Berusahalah sekuat tenaga, dengan semangat yang membara, berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa, manfaatkan ilmu dan pengalaman yang anda punya, jika Tuhan menghendaki maka anda akan sukses diusia muda. Ok, selamat sukses diusia Muda.
Masih inget kan apa jawaban mas anang ini waktu pelantikan anggota DPR kemaren ketika diwawancarai mengenaik hak anggota DPR? Wakaka.. Yak.. Lucu sekali.. Jawabannya ya.. Kenapa.. Apa itu.. Wakakakaka.. Bilang aja ga tau mas anang.. Raimu koq pake plentat-plentot gak jelas gitu.
Yang aneh lagi, ini partai yang ngusung orang ini jadi wakil rakyat itu partai apa? Cuman mau manfaatin popularitas anang doang? Jawabannya jelas iya.. Buktinya, sudah dilantik menjadi anggota DPR aja masih terima job jadi juri di ajang bakat-bakat kampret. Wow.. Bukannya fokus apa yang akan dikerjakan untuk rakyat ya, kalo udah pinter dan paham soal konstitusi sih boleh-boleh aja ya disambi jadi juri gitu. Lah ini ditanya hak anggota DPR apa jawabannya cuman mlengas-mlengos kayak "ketek ketulup" koq malah disambi jadi juri.
Hei mas anang, apa sampeyan gak malu sama orang-orang kecil yang pilih sampeyan bukan karena pendidikan sampeyan, tapi karena sampeyan artis terkenal. Hanya demi artis terkenal model kayak sampeyan ini, rakyat kecil rela mengespingkan logika untuk pilih sampeyan. Lah koq sampeyan malah ga punya etika dengan nyambi jadi juru ajang bakat. Mbok ya sampeyan itu mikir, minimal belajar tentang politik, sambil ikut-ikut aja rapat-rapat yang diselenggarajan DPR, supaya sampeyan gak keliatan makan gaji buta. Sampeyan iku digaji dari pajak yang dipungut dari rakyat, jadi gak usah macem-macem.
Ketika sudah berada di tanah kelahiran, kabupaten Banyuwangi memang begitu nyaman. Bisa bertemu teman-teman lama, udara yang sejuk, lalu lintas yang masih sedap dipandang mata, semuanya membuat saya merasa betah.
Berat rasanya untuk meninggalkan kembali kampung halaman tercinta ini. Memang sih perkembangan ekonominya pengingkatannya tidak cepat, tapi justru ini yang membuat suasana disini menjadi adem.
Ketika harus kembali ke ibu Kota Indonesia untuk memulai kembali aktifitas Untuk mendulang keping-perkeping rupiah, banyak hal yang harus saya relakan untuk berpisah dengan keindahan-keindahan kampung ini. Banyak hal mulai dari kuliner sampai objek wisata yang masih ingin saya nikmati disini.
Tapi ya sudahlah, masih ada tahun depan. Hidup harus berkembang, ekonomi harus berkembang, taraf hidup harus berkembang. Mari berkembang. :p
Bagi anda semua, terutama yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya tentu mengalami stress yang cukup berat dengan kondisi kota Jakarta yang riuh, macet, dan sesak. Banyak cara untuk membuat kondisi kita menjadi fresh lagi, salah satunya dengan SPA.
Ya, dengan memberikan relaksasi pada tubuh dapat membantu kita untuk membuat pikiran kita jadi fresh, badan jadi relax, stress pun bisa hilang. Di Jakarta sendiri sudah banyak tempat-tempat yang menyediakan SPA dengan fasilitas lengkap. Namun kali ini saya ingin menginformasik tempat SPA di Jakarta yang memberikan nuansa Bali. Jadi anda tidak perlu lagi jauh-jauh lagi ke Bali untuk menikmati suasana tradisional Bali yang begitu indah dan sejuk di hati.
Anda bisa mengunjungi Balichandi SPA, yang berlokasi di selatan Jakarta, Jl Ir H Juanda no 100 Ciputat - Lebak Bulus (sebelum universitas UIN jika dari terminal lebak bulus, lokasinya berada dikiri jalan).
Didepan anda akan disambut recepcionist yang ramah yang siap membantu anda untuk memberikan informasi mengenai paket-paket perawatan SPA yang ada. Didalam anda akan mendengarkan alunan musik tradisional Bali yang membuat tenang dan juga gemercik suara air di setiap sudut ruangan yang benarbenar membuat suasana menjadi lebih nyaman.
Jika anda berminat untuk merelaksasi badan dan pikiran anda dengan nuansa bali, silahkan datang langsung ke Balichandi SPA. Untuk update paket-paket promosi, anda juga bisa follow twitter @balichandi
Halo, selamat datang di blog cupu ini. Selamat menikmati informasi yang mungkin bermanfaat. Sekali merdeka tetap merdeka, maju tak gentar mundur gemetar.