Cara Praktis Eksplorasi Diri

12:04:00 AM Herman Sebelas 0 Comments

Tanpa disadari, kita terlalu sering menstimulasi otak korteks atau intelegensia. Ini membuat intelegensia yang kita punya tidak diimbangi dengan kematangan jiwa dan emosi.

Alhasil setiap kali kita stres, solusi yang dibuat adalah keputasan yang hanya memuaskan otak intelegensia kita saja. “Solusinya bisa saja tepat, tapi tidak bernurani,” ucap Reza Gunawan pada acara Pilihan Sehat Nikmatmu, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Reza yang merupakan praktisi & pengajar penyembuh holistik kemudian bercerita, otak manusia tidak hanya terdiri dari otak korteks atau intelegensia. “Ada otak reptilian yang tugasnya membuat tubuh kita tetap aktif. Sedangkan otak rasa adalah jembatan antara tubuh, pikiran, dan jiwa.” Maka ketika kita menstimulasi semuanya, energi yang ada dalam tubuh bisa menyeimbangkan kerja tubuh hingga membantu kita tetap sehat sempurna. Baik secara fisik maupun psikis.

Padahal sebenarnya sangat mudah untuk menstimulasi semua itu. Reza menyebutkan ada 4 modal penyembuhan diri. Yaitu dengan napas, sentuhan, gerak, dan healing. Napas dan sentuhan, ditujukan untuk menstimulasi otak rasa. Sehingga koneksi antara otak dan jantung bisa selaras. “Ini penting untuk menciptakan sirkulasi tubuh dan respon relaksasi.”

Sedangkan gerak dan hening akan menstimulasi otak reptilian kita. “Karena bagaimana pun juga, tubuh kita dirancang untuk tetap aktif. Maka stimulasi ini untuk mengembalikan kita ke pusat diri yang sejati.” Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menikmati semua manfaat dari stimulasi tersebut? “Lakukanlah teknik napas damai, crown pull, dan cook’s hookup.”

Napas damai dilakukan dengan menghirup dan mengembuskan napas 5 kali. Napas damai dilakukan dengan memejamkan mata sambil menghirup dari hidung dan mengembuskan melalui mulut. “Saat tubuh mulai relaks, letakkan tangan kita di jantung dan rasakan detaknya.” Reza menyebutnya sebagai cara menyelaraskan otak dengan denyut jantung kita.

Menyelaraskan otak dengan jantung bagi Reza sangat penting. Sebab ada satu penelitian yang menyamati detak jantung antara orang marah dengan yang sedang damai. Detak jantungnya bisa saja sama tapi pola berdetaknya berbeda. Pola detak orang yang sedang marah sangat fluktuatif, sedangkan yang damai sangat tenang. Maka ketika kita bisa menyelaraskan otak dengan denyut jantung yang tenang maka daya hantar listrik dari jantung bisa dialirkan keseluruh tubuh dengan baik. “Percaya atau tidak, daya listrik jantung lebih besar 60x dari otak. Tak hanya itu, daya magnet jantung bahkan 5000 kali dari otak. Kondisi inilah yang akan membantu kita untuk menghasilkan keputusan yang tidak hanya tepat tapi juga bernurani.”

Dan ketika kepala kita sangat penuh dengan ide-ide tapi tidak tahu bagaimana cara memformulasikannya menjadi tindakan nyata, Reza menyarankan kita untuk melakukan crown pull. Awali dengan menggosokkan kedua telapak tangan hingga terasa hangat. Setelah itu kibaskan. Lanjutkan dengan meletakkan keempat jari (kelingking, jari manis, jari tengah, dan telunjuk) di tengah dahi. “Sambil bernapas, tekan tengah dahi sekuat yang kita mampu. Dan saat mengembuskan napas, urut dahi dengan menarik keempat jari ke samping.” Ulangi gerakan ini ke atas kepala, hingga leher dan bahu.Teknik ini akan meningkatkan sirkulasi di daerah otak, mulai dari energi, darah, cairan otak, sampai oksigen. Menurut Reza, kita pun akan menurunkan ketegangan mental sehingga batin kita akan terasa jernih.
Cook's Hookup

Foto :Dokumentasi Reza Gunawan

Lalu ketika kita merasa tidak bisa menangkap pesan lawan bicara dengan baik. Atau terasa sulit memahami isi tulisan dari buku yang tengah kita baca, cobalah lakukan cook’s hookup. Dengan posisi duduk, silangkan kedua tangan di depan dengan posisi tangan kanan berada di atas tangan kiri. Genggam tangan kiri dengan tangan kanan dan lipat keduanya ke depan dada. Sedangkan untuk kaki, silangkan kaki kiri di atas kaki kanan. “Baru tarik dan embuskan napas sebanyak 6 kali.” Ulangi teknik yang sama untuk tangan dan kaki kiri.

Dan sebagai gerakan akhir. Sejajarkan kedua kaki dan biarkan kedua telapak kaki menapak di lantai. Temukan kesepuluh jari kita dan taruh di depan dada, sambil menarik dan mengembuskan napas sebanyak 6 kali. “Ini akan mengordinasikan otak kiri dan kanan, menjernihkan pikiran, plus menenangkan emosi yang hampir meledak.”

Reza menyarankan agar kita melakukan semua gerakan ini selama 3 minggu. Setelah itu rasakan bagaimana keselarasan pikiran, jiwa, dan emosi dana mengoptimalkan ketentraman dan kesehatan kita. (Siagian Priska)

Sumber : www.preventionindonesia.com

Bacaan Mungkin Bermanfaat Lainnya

0 comments:

Tulis Disini, Baik dan Buruk Diterima..!!