4D3N Menikmati Kota Jogja

9:23:00 PM Herman Sebelas 0 Comments


Sebenarnya 4 hari 3 malam masih belum cukup untuk menikmati Jogja. Katanya sih ini Kota yang romantis. Setelah melewati jalan rusak sepanjang Brebes - Bumiayu - Purwokerto akhirnya tiba juga di Jogja 30 menit sebelum waktu magrib tiba.

Begitu sampai di Jogja, tentu saja langsung cari penginapan yang murah meriah tapi dekat dengan Jalan Malioboro. Beruntunglah dapat penginapan yang murah, walaupub kamar mandinya tidak nyaman, yang penting bisa istirahat dulu setelah perjalanan lumayan jauh dari Jakarta.

Maunya istirahat dulu, tapi kaki sudah gatal. Akhirnya setelah magrib kita langsung jalan-jalan di sepanjang jalan Malioboro. Sekalian mau cobain jalur pedestrian di sepanjang jalan Malioboro ini.
Pengen foto-foto selfie di kursi yang disediakan di sepanjng jalur pedestrian ini? Jangan berharap banyak yakalo gak mau sabar nunggu kayak antri sembako. Wakakaka, padahal sengaja berangkat setelah tahun baru dengan harapan sepi biar bisa bebas foto-foto. Kenyataan berkata lain, Malioboro selalu ramai wisatawan, entah lokal maupun dari luar Kota. Jadinya ya cari makan duly lah.

Dekat kantor Gubernur ke arah Stasiun banyak warung-warung yang menjual makanan. Kebanyakan sih menunya sama, nasi gudeg, burung dara, pecel ayam, kepiting, soto, dll. Jadi pilih berdasarkan perasaan masing-masing aja, karena hampir semua warung dan menunya nyaris sama.

Tadinya sempat berpikiran kalo makan nasi gudeg di Jogja pasti sangat manis. Ternyata disini tidak, bisa disesuaikan dengan lidah kita yang orang asli Jawa Timur. Harga tidak murah, tapi jika dibandingkan dengan harga di jakarta pastinya sangat murah.

Lanjut jalan kaki menelusuri Malioboro menuju KM 0, di beberapa titik ada hiburan musik angklung. Asik lho, ada salah satu group musik angklung yang ada penarinya, jd suasananya menjadai semakin rame. Sampai KM 0, bingung mau ngapain, ada apa ya? Akhirnya foto-foto.

Sudah malam dan berasa ngantuknya langsung naik becak menuju hotel, ongkosnya 20rb. Sebelum masuk hotel sempatkan dulu minum wedang ronde, kalo di Jakarta namanya sekoteng. Disepanjang jalan dekat penginapan banyak pedagang makanan dan minuman yang khas jogja. Setelah kenyang, masuk hotel langsung tidur.

Bangun pagi-pagi langsung cus ke Candi Borobudur. Katanya ke Jogja kalo belum ke Candi ini belum afdol, padahal kan letaknya di Magelang, Jawa Tengah. Mungkin karena dekat, bisa ditempuh dalam waktu 2 jam dari Kota Jogja sehingga banyak yang mengira bahwa Candi Borobudur itu terletak di jogja.

Tancap gas menuju Candi, ngeeeng tiba. Syukurlah, katena waktu liburan yang tidak pada waktunya, kita datang ke Candi Borobudur tidak desak-desakan. Begitu sampai langsung foto-foto, cekrek. Apa yang menarik disini? Ya pasti CandiNya dong. Apa yang tidak menarik disini? Mungkin pedagang asongannya kali ya. Soalnya begitu kita parkir langsung di pepet bro. Kalo kita menolak baik-baik mereka rata-rata menjawab "Bagi-bagi rejeki lah mas, kasian kita" sambil terus mepet. Kalo dibentak nanti dibilang jahat, tidak punya perasaan. Tidak habis akal saya bilang "Nanti ya bu, pak, setelah pulang dari Candi kita beli" jawaban mereka "Nanti pasti gak ketemu mas, sekarang aja" sambil terus mepet, jlebb. Okey, mau gak mau beli satu deh. Melihat dagangan temannya laku, yang lain langsung datang bergerombol menawarkan dagangan kaosnya mas, asbak mas, minumnya mas, bagi-bagi rejeki mas. Ambil lankah seribu, langsung menuju Candi Borobudur. Untungnya pedagang keliling tidak diijinkan masuk ke dalam Candi, jadi bisa lebih hikmat foto-fotonya

TERDAMPAR DI ALUN-ALUN POHON KEMBAR.

Dirasa cukup foto-foto di Candi Borobudur langsung cus Kota Jogja lagi. Bingung mau ke objek wisata mana lagi, buka google trip nemu Plataran Tamansari. Buka google map, start navigation menuju Plataran Tamansari. Ealah dalah, sama mbak google mapnya diputer-puter, gak ketemu, malah nyasar di alun-alun pohon kembar. Okey, berhenti dan parkir.

Di alun-alun sini ada penyewa penutup mata. Katanya kalo bisa melewati ditengah antar 2 pohon tersebut keinginannya akan terkabul. Jika pertama kali pasti akan gagal melwati tengah diantara 2 pohon tersebut. Saya sendiri pernah hampir melewati tengahnya, percaya gak percaya, kepala seperti terasa berat terus seperti di belokkan. Waww, sepertinya ini wisata mistis, hehehe. Tiba-tiba hujan deras, hari sudah sore, kami memutuskan untuk kenbali ke penginapan untuk mandi dan istirahat sejenak.

KEMBALI KE MALUOBORO

Karena kemarin hari minggu, berharap bisa foto-foto di kursi sepanjang jalur pedestrian. Ternyata masih ramai, gagal maning son. Padahal sudah bukan hari libur, masih ramai aja. Bahkan ada beberapa kaum alay rela duduk di teras depan toko untuk menunggu salah satu penghuni kursi pergi, wot de pak.

Akhirnya kita memutuskan untuk coba foto di tulisan jl malioboro biar kekinian. Ternyata sama saja, antri juga. Wokelah kalo begitu, coba cari-cari tempat lain aja. Berdasarkan info dari Bapak tukang becak ada tempat ngopi yang ramai, namanya kopi joss di dekat stasiun kereta.

NGOPI JOSS DI ANGKRINGAN LIK MAN

Nah, penikmat kopi boleh nih mampir disini. Angkringan lik man menyediakan lesehan dibtrotoar jalan. Cobain kopi campur arang, namanya kopi joss. Mungkin sewaktu arang masih panas dicemplungin ke kopi bunyinya joss, makanya disebut kopi joss. Rasanya memang khas, terasa seperti ada arangnya, hahahahaha.

Setelah cukup puas menikmati kopi joss langsung lanjut cekrek-cekrek di tugu jogja. Sebenarnya biasa aja, tapi mumpung lagi di jogja foto ajalah semua yang ada. Pulang dari Tugu langsung tepar di penginapan sambil merencanakan besok mau kemana lagi.

BERBURU DI PASAR BERINGHARJO

Hari ketiga dimulai dengan mengunjungi Pasar Beringharjo. Katanya kalo mau cari oleh-oleh ya di Pasar Beringharjo, murah-murah. Kita sih tidak mencari oleh-oleh, iseng aja lewat kali aja ada yang nyanyol, ternyata ga ada.

Kebetulan agak gerimis dan sepi, sepanjang jalan pedestrian sepi. Ya udah, langsung manfaatkan cekrek-cekrek. Akhirnya dihari ketiga keturutan foto di kursi jalur pedestrian yang baru dibangun ini. Hahaha.

Lalu bingung, mau kemana lagi. Akhirnya foto-foto lagi, tepatnya De Arca dan De Mata. Disini wisatanya ya foto-foto.

Bingung lagi muter-muter Jogja, padahal rencananya minggu ketiga ini meninggalkan jogja. Kecapean muter-muter akhirnya nginap lagi. Supaya kekonian akhirnya kita menginap di Lokal Hotel & Restaurant. Katanya disini dulu tempat syuting AADC2, maklum sampe sekarang masih belum nonton film nya.

Keesokan harinya kami fixed memutuskan untuk meninggalkan Jogja, karena jika dilanjutkan tidak akan ada puasnya:


Bacaan Mungkin Bermanfaat Lainnya

0 comments:

Tulis Disini, Baik dan Buruk Diterima..!!