WASHINGTON - Pekan ini Apple resmi menarik aplikasi iPhone dan iPod Touch yang bermuatan seksual dari App Store.
Penarikan ini berlaku untuk semua aplikasi porno, termasuk yang sebelumnya sudah pernah lolos tahap persetujuan Apple dan telah dijual. Demikian keterangan yang dikutip dari AFP, Minggu, (21/2/2010).
"Jika kami menemukan aplikasi dengan muatan yang tidak pantas, kami segera menghapusnya dan meminta pengembang aplikasi membuat aplikasi pengganti untuk dijual di App Store," ungkap salah satu juru bicara Apple.
Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah Apple 'membersihkan' App Store, menyambut kedatangan iPad yang juga akan memanfaatkan layanan App Store.
App Store yang menyediakan lebih dari 140.000 program akan menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran iPad, dimana Apple akan membidik kalangan keluarga dan sekolah sebagai konsumen utama perangkat ini. (rah)
Sumber : www.okezone.com
JAKARTA - Motivator ternama Mario Teguh menuai protes dari warga Twitter. Hal itu terjadi setelah Mario menulis status akun Twitter yang menyebutkan perempuan yang senang dugem tidak layak untuk dinikahi.
"Wanita yg pas u/ teman pesta, clubbing,brgadang smp pagi,chitchat yg snob,mrokok,n kdang mabuk - tdk mungkin direncanakn jadi istri," demikian tulis Mario dalam akun Twitter bernama MarioTeguhMTGW, Sabtu (20/2/2010).
Pernyataan tersebut membuat sebagian warga Twitter berang dan langsung menuai protes. Seperti dituliskan oleh pengguna Twitter dengan nama akun trulyelek menyatakan kekecewaannya terhadap Mario. "Weeew.. kecewa ah, jd brasa dia ga wise," tulisnya.
"Oh gt tooh, tnyata mario teguh mesti lbh bijak sblm ngetweet yah," komentar dwithya warga Twitter lainnya.
Pantauan okezone, Minggu (21/2/2010) , komentar-komentar lainnya masih terus bersliweran dan memenuhi hasil pencarian Twitter dengan kata kunci Mario Teguh. Tweet itu sendiri kini telah menghilang, namun sebagian warga Twitter yang sempat membaca tweet tersebut membagi informasi tersebut ke pengguna Twitter lainnya. (rah)
Sumber : www.okezone.com
19-02-2010
Jakarta - Komisi Banding (Komding) PSSI meringankan hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada suporter Persebaya Surabaya, Bonek. Hukuman Bonek diringankan menjadi hanya dua tahun tidak boleh memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangannya di semua kompetisi PSSI, baik kandang maupun tandang. Sebelumnya, Komdis menghukum elama empat tahun tidak boleh mendukung Persebaya dalam pertandingan tandang.
Ketua Komding PSSI Rusdi Taher usai sidang di kantor PSSI, Kamis (18/2) mengatakan, keputusan itu dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan berkas banding yang dilakukan oleh klub Persebaya. “Hukuman ini lebih ringan dari Komdis, tetapi dalam kurun dua tahun itu pendukung Persebaya tidak boleh memberikan dukungan dengan mengenakan seragam, poster maupun slogan pendukung Persebaya yang selama ini mereka lakukan selama dua tahun,” jelas Rusdi.
Dijelaskan, sanksi dua tahun tersebut berlaku juga saat Persebaya menjamu tim di lanjutan Djarum ISL 2009/2010. “Keputusan kami, pendukung Persebaya tidak boleh mengenakan atribut, poster atau pun slogan yang berbau pendukung yang selama ini mereka kenakan saat mendukung Persebaya,” imbuhnya.
Jika pendukung fanatik Persebaya ingin memberikan dukungan, Rusdi mengatakan jangan mengenakan seragam yang mencerminkan jika itu pendukung Persebaya. “Kami ingin semua elemen pendukung Persebaya maupun klub Persebaya sendiri bisa melakukan perubahan,” tuturnya.
Mengenai sanksi denda ganti rugi sebesar Rp 50 juta kepada pihak Persib Bandung saat Persib menjamu Persebaya tanggal 23 Januari lalu di Stadion Si Jalak Harupat, Rusdi mengatakan bahwa Komding membatalkan keputusan ganti rugi itu. “Tidak ada sanski karena tidak ada tuntutan dari pihak Persib Bandung, mungkin lain halnya jika pihak Persib Bandung melakukan tuntutan ganti rugi akibat pendukung Persebaya merusak fasilitas Persib Bandung saat menjamu Persebaya,” paparnya.
Mengenai denda Rp 200 juta yang ditetapkan oleh Komdis kepada panpel Persebaya, Rusdi mengatakan Komding mendukungnya. “Kami mendukung denda kepada panpel Persebaya sebesar Rp 200 juta itu yang harus segera disetorkan ke rekening PSSI,” tandasnya.
Sementara itu, mengenai banding Arema Malang yang tidak menerima keputusan Komdis beberapa waktu lalu, manajemen Arema telah memasukkan banding kepada Komding. “Kami akan mengumumkan hasil banding Arema hari Selasa minggu mendatang,” kata Rusdi.
Sumber : www.ligaindonesia.co.id
Eh ujan gerimis aje
Ikan lele ada kumisnye
Eh jangan menangis aje
Kalo boleh cari gantinye
Mengapa ujan gerimis aje
Pergi berlayar ke tanjung cina
Mengapa adek menangis aje
Kalo memang jodo ngga kemana, hei hei
Eh ujan gerimis aje
Ikan bawal diasinin
Eh jangan menangis aje
Bulan syawal mau dikawinin
Mau dikawinin jangan nangis
Bepedak namanya
Yah, entar kaya celepuk dong
Mengapa ujan gerimis aje
Pergi berlayar ke tanjung cina
Mengapa adek menangis aje
Kalo memang jodo ngga kemana, hei hei
Jalan jalan ke menado
Jangan lupa membeli parang
Kalo niat mencari jodo
Cari yang hitam seperti saya (ah masa)
Follow Me @Instagram