Haruskah Malaikat Maut Menegur Orang Ini?

11:41:00 AM Herman Sebelas 0 Comments

Masih kasus Papa Minta Saham, orang yang memimpin sidang tertutup MKD kemaren ini ngotot betul untuk membela terlapor. Sudah tua bukannya berbuat yang baik agar nantinya bisa dijadikan bekal mati, malah semakin berulah. Semakin tua semakin rusak moralnya, KACAU.


Berikut kutipan berita dari detik news :

Jakarta - Tugas Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) adalah berjuang menjaga marwah dan kehormatan dewan. Namun Wakil Ketua MKD dari Golkar Kahar Muzakir justru berjuang membela Ketua DPR Setya Novanto yang tengah dirundung kasus papa minta saham.

Kahar Muzakir adalah salah satu pimpinan MKD yang ngotot meminta rekaman asli pembicaraan Novanto, Reza Chalid, dan Maroef Sjamsoeddin dari Kejagung. Sekalipun Jaksa Agung sudah bilang untuk pengusutan kasus etik tidak perlu menyertakan bukti aspi tetap saja Kahar yang juga kolega Novanto tak menyerah.

Meskipun rekaman utuh Novanto sudah dua kali diputar di sidang MKD pada saat pemanggilan pelapor Sudirman Said dan saksi Maroef Sjamsoeddin, dan sejumlah anggota MKD menyimpulkan Novanto melanggar etik, Kahar masih berpendapat sebaliknya.

Setelah Maroef Sjamsoeddin membuat surat agar rekaman asli tidak diberikan Kejagung ke MKD, Kahar pun menganggap persoalan ini selesai. "Maroef, yang jadi saksi pelapor atas laporan Sudirman Said berdasarkan rekaman yang diberikan, menolak memberikan itu kepada siapapun kecuali Kejagung. Ada suratnya. Nah jadi apa lagi?" kata Kahar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).

Kahar tidak mengungkapkan apa langkah gamblang MKD selanjutnya. Hanya saja, tanpa rekaman, dia menyebut tidak ada bukti lanjutan yang memberatkan Ketua DPR Setya Novanto.

"Yang pencatutan itu memang tidak ada. Terus Setya Novanto di rekaman tidak meminta apa-apa. Sekarang buktinya kan rekaman, dan rekaman tidak mau dikasih," ucap politikus Golkar yang dekat dengan Novanto ini.

Padahal, Menteri ESDM Sudirman Said dan Maroef sudah menyerahkan salinan rekaman. Tetapi, Kahar tidak mau tahu. Dia pun menganggap tidak perlu lagi ada verifikasi. Jadi, apa langkah selanjutnya dari MKD?

"Ya asal muasalnya kan bukti rekaman dan rekamannya enggak mau dikasih ke kita, kan ini mau mengadu domba namanya. Sesama anak bangsa oleh perusahaan asing. Kita di sini sudah geger dunia, ternyata rekaman yang jadi bukti itu kan disembunyikan," ungkapnya.

Apakah pandangan Kahar ini mewakili sikap MKD secara umum? Kalau tidak, para anggota MKD mestinya keluar dan menunjukkan perjuangan yang sebenarnya menyelamatkan marwah dan kehormatan DPR.

Bacaan Mungkin Bermanfaat Lainnya

0 comments:

Tulis Disini, Baik dan Buruk Diterima..!!