This Blog Was Locked By My Self






Herman The Last

Berikut Daftar Tindakan Kekerasan yang sering dilakukan oleh Ormas yang mengatasnamakan FPI : Kekerasan FPI
  • 14 Oktober-18 Oktober Badan Pencara Fakta DPP-FPI mengadakan investigasi kasus peneroran, pembantaian, dan pembunuhan para ulama, kyai, ustad, dan beberapa guru pengajian dengan dalih dukun santet di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara lain di Demak, Pasuruan, Jember, Purbalingga, dan Banyuwangi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab.
  • 21 Oktober
  • 28 Oktober DPP-FPI mengeluarkan "Seruan Jihad FPI" terhadap "pasukan ninja" yang isinya menerangkan bahwa pelaku/dalang/penyandang dana dan atau siapa pun yang terlibat dalam aksi ninja dalam penteroran terhadap ulama adalah halal untuk ditumpahkan darahnya.
  • 7 November DPP-FPI mengeluarkan pernyataan sikap yang mendukung sepenuhnya pelaksanaan Sidang Istimewa MPR 1998.
  • 12 November DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Pertanggungjawaban Orde Baru.
  • 13 November Menyampaikan aspirasi ke Sidang Istimewa MPR 1998 tentang tuntutan rakyat yang menghendaki :
    1. Pencabutan Pancasila sebagai asas tunggal
    2. Pencabutan P4
    3. Pencabutan Lima Paket Undang-undang Politik
    4. Pencabutan Dwifungsi ABRI dari Badan Legislatif atau Eksekutif
    5. Penghargaan hak asasi manusia
    6. Pertanggungjawaban mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto
    7. Permohonan Maaf Golkar sebagai Penanggung Jawab Orde Baru
  • 14 November
  • 22 November Insiden Ketapang meletus, terjadi perusakan sebuah mesjid di bilangan Ketapang, Gajah Mada, Jakarta Pusat, oleh sejumlah kurang lebih 600 orang preman Ambon. Laskar Pembela Islam berhasil memukul mundur penyerang, dipimpin langsung oleh Imam Besar Laskar LPI, KH. Tb. M. Siddiq AR, di bawah komando Ketua Umum FPI.[1]
  • 26 November DPP-FPI mengeluarkan kronologi Insiden Ketapang, tentang diserangnya perkampungan muslim oleh sejumlah preman Ambon non-Muslim yang menghancurkan sebagian bangunan Mesjid Khairul Biqa'. Hal ini disampaikan langsung dalam tatap muka dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta
  • 1 Desember DPP-FPI mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang Insiden Kupang, Nusa Tenggara Timur yang intinya "mengecam, mengutuk dan melaknat tindakan sekelompok orang Kristen Radikal yang telah merusak / membakar sejumlah mesjid dan membantai / membunuh / menganiaya sejumlah umat muslim.
  • 16 Desember FPI beserta ormas-ormas Islam lainnya di tugu Monumen Nasional berunjuk rasa dan mengeluarkan pernyataan sikap tentang penutupan tempat-tempat maksiat menghadapi bulan suci Ramadan 1419 H/1998 M.
  • [sunting] Tahun 1999

    [sunting] Tahun 2000

    [sunting] Tahun 2001

    [sunting] Tahun 2002

    [sunting] Tahun 2003

    [sunting] Tahun 2004

    [sunting] Tahun 2005

    [sunting] Tahun 2006

    [sunting] Tahun 2007

    [sunting] Tahun 2008

    Salah seorang korban penyerangan laskar islam.

    [sunting] Tahun 2010

    sumber : wikipedia